Mengenal Formula VLOOKUP
Kali ini kita akan belajar tentang formula Excel VLOOKUP. VLOOKUP digunakan untuk mengambil nilai dari suatu tabel yang sudah kita tentukan. Misalnya rekan-rekan mempunyai satu tabel yang berisi dengan data karyawan, dan kita ingin di sheet penggajian, ketika di ketik nomor induk (NIK)-nya secara otomatis keluar nama dan jabatan, VLOOKUP akan membantu anda.

Jika kita mempunyai satu range data penjualan misalnya, pasti kita ingin juga menganalisanya. Salah satu analisa yang sering di lakukan terhadap data penjualan adalah dengan melihat
Langsung aja, di artikel ini kita akan belajar kebalikan dari cara
Penjumlahan dengan
Jika anda adalah seorang staff HRD, tentu menuliskan atau mengurus absensi karyawan adalah pekerjaan seharia anda. Saya pun pernah merasakan ngga enaknya menuliskan data jam dalam jumlah banyak. Bagi saya yang membuat ketidak nyamanan penulisan jam adalah pada tanda titik dua (:). Untungnya, hal ini bisa di buat lebih mudah.
Tanggal terakhir dari satu bulan biasanya adalah tanggal ‘penting’ dalam pelaporan keuangan kita. Biasanya saya ketika membuat satu laporan keuangan, saya melihat kalender di atas meja kerja saya dan memasukannya ke sheet Excel satu satu persatu secara manual. Tentu hal ini adalah suatu pekerjaan yang merepotkan dan menjemukan. Sebetulnya Excel sudah menyediakan satu formula untuk menangani hal ini.
Dalam pengisian dari data-data yang kita lakukan di Microsoft Excel, terkadang ada beberapa cell yang kita biarkan kosong, karena memang tidak ada entry value untuk cell itu. Hal itu bisa terjadi karena memang tidak ada penjualan misalnya di hari itu sehingga kita membiarkannya kosong. Jika memang demikian keadaannya, tentu kita suatu kali pernah ingin menghitung, berapa kali sih tidak ada penjualan? Atau berapa banyak cell yang kosong?
Seringkali dalam membuat laporan keuangan, kita harus mencantumkan simbol mata uang rupiah sehingga yang membaca tahu bahwa nilai itu adalah nilai nominal uang. Hal ini sebetulnya sepele sih, hanya tidak ada salah-nya saya menulis tentang cara pemberian simbol mata uang di dalam laporan kita ini (keliatan baru ngga dapat ide menulis artikel hehehehe…). Untuk itu saya ingin menulis 2 cara pemberian simbol mata uang negara kita (Rupiah).
Kemarin seorang rekan saya meminta tolong kepada saya untuk di buatkan satu konverter temperatur di Microsoft Excel. Satuan temperatur itu adalah dari °F (Fahrenheit) ke °C (Celcius. Seperti yang kita ketahui bahwa Fahrenheit banyak di gunakan di Amerika sedangkan Celcius banyak di gunakan di negara-negara yang menggunakan satuan metrik termasuk Indonesia. Keperluan teman saya itu di gunakan untuk membayangkan suhu-nya di dalam Celcius karena kebetulan teman saya tersebut baru memasang satu akuarium ikan hias air laut yang tentu harus memperhatikan parameter suhu di akuariumt tersebut.
Jika anda adalah pengguna Microsoft Excel, tentu salah satu tugas kita sebagai pembuat project-nya tentu kita akan membuat project tersebut berisi dengan data-data yang akurat. Tetapi sayangnya secara default, Excel tidak menjaga keakuratan data anda tersebut. Dan hal itu akan berpengaruh pada hasil analisa laporan anda karena banyak data input yang tidak sesuai yang anda harapkan. Oya, saya mencoba tip ini di Microsoft Excel 2007 tetapi anda bisa menggunakan cara yang sama pada versi-versi sebelumnya. 



Komentar Terbaru