Work Smart, Not Work Hard

Bekerjalah secara cerdas dan bukanlah bekerja keras, kira-kira itulah arti dari judul diatas tersebut yang dengan sok pinter saya tulis dengan bahasa Inggris. Topik itulah yang menghuni otak saya akhir-akhir ini. Apakah tujuan hidup saya sudah betul arahnya? Karena sebagai seorang karyawan biasa dari suatu perusahaan, saya pun harus pandai berhitung tentang nasib saya di masa depan. Ah, masalah hitung-menghitung nasib akan saya tulis di artikel saya berikutnya. Sekarang kita akan diskusi dengan topik yang terlihat rumit tapi gampang ini.

Pada suatu saat, saya diberi satu buah VCD oleh sahabat baik saya yang berisi perumpaan yang saya pikir sangat pas dengan tema saya kali ini. VCD itu mengisahkan seorang yang akan mengambil air dari sungai. Pada langkah pertamanya, orang itu mengambil air itu dengan sebuah ember dan pekerjaan yang sangat melelahkan itu dikerjakannya tiap hari dengan pulang pergi antara rumah-nya dan sungai itu dengan memikul ember tersebut. Lalu karena suatu hari kebutuhan airnya meningkat, dia pun berpikir dengan menambah 2 buah ember itu maka pekerjaannya menjadi semakin mudah. Maka ditambahlah dua ember dalam pikulannya, memang frekuensi bolak-bolak-nya jadi agak berkurang tetapi tenaganya semakin cepat teruras habis. Lalu ada seorang temannya, memberi saran kenapa ngga dialirkan saja dengan pipa?

Maka orang ini segera menyambung-nyambungkan pipa dari sungai ke rumahnya dan dengan begitu dia tidak usah repot bolak balik untuk mengambil air. Itulah gambaran gamblangnya apa yang disebut dengan Work Smart and not Work Hard.

Jika anda penarik becak, kenapa tidak kredit 3 becak untuk di sewakan saja? Kalau ada seorang penjual siomai, kenapa tidak membuat 4 gerobak lalu bagi hasil dengan orang lain dan orang lain yang keliling menjajakan siomai anda. Dan masih banyak contoh lagi yang saya pikir anda pasti sudah bisa membayangkan.

Menurut saya bagian yang paling penting untuk memulai bekerja dengan cerdas, hal itu dimulai dengan berpikir dengan cerdas atau think smart. Semakin cerdas anda berpikir semakin cerdaslah pekerjaan anda dan biasa berbanding lurus dengan keefisiensian pekerjaan anda.

Saya pikir kita ngga mungkin selalu bisa melakukan kerja dengan kerasnya dan suatu saat pasti berhenti karena kehabisan tenaga atau yang lainnya. Jadi mengapa tidak bekerja dengan cerdas saja? Saya pun sedang memikirkan langkah cerdas apa yang akan saya lakukan untuk membuat penghasilan saya dibuat oleh pekerjaan yang cerdas. Bagaimana dengan anda?

Artikel-artikel Yang Berhubungan Dengan Artikel Ini

4 Komentar

Pogung177  on May 19th, 2008

Akhir nya nge-BLOG juga, Om Eddy….

Bart. Edi  on May 19th, 2008

hahahaha, iya bro, tapi yah cuman sharing-sharing aja, ama dikit2 cari sesuap dollar :D. Eh gimana kabarnya? lama nih ngga jumpa…

Pogung177  on May 19th, 2008

kabar baik, kalo cuman sesuap kurang lho, ntar ketagihan.
Ikutan kumpul2 dong di http://www.jumatan.com. Kita2 sering2 kumpul di bundaran UGM setiap Jumat malam. gabung yah

Bart. Edi  on May 20th, 2008

sip dah, tak langsung meluncur langsung ke jumatan.com, wah asik dong di bundaran, ok deh kapan2 tak mampir kesana. Kalau ketagihan dollar kali lebih baik ya… 😀

Berikan opini anda tentang artikel ini

CommentLuv badge