<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Susanto dot Com &#187; Virtual Machine</title>
	<atom:link href="http://www.edisusanto.com/tag/virtual-machine/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edisusanto.com</link>
	<description>Ruang-ku Untuk Berbagi Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 22:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Konek Serial Port Ke Guest OS Di Virtual Box</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/konek-serial-port-ke-guest-os-di-virtual-box/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/konek-serial-port-ke-guest-os-di-virtual-box/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 15:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual Machine]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=1500</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan virtual machine tidak di pungkiri sangat membantu saya untuk mencicipi banyak sistem operasi tanpa mengubah sistem operasi utama saya. Saya tidak perlu buat partisi baru, setting boot loader dan lain sebagainya. Dengan aplikasi virtual machine, saya dengan mudah dapat menjalankan beberapa sistem operasi di atas sistem operasi utama saya. Dan aplikasi virtual machine kesukaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1501" title="logo port virtualbox setting" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2010/05/port_vb.jpg" alt="" width="151" height="81" />Penggunaan <em>virtual machine</em> tidak di pungkiri sangat membantu saya untuk <a href="http://www.edisusanto.com/install-ubuntu-di-virtual-machine/">mencicipi banyak sistem operasi</a> tanpa mengubah sistem operasi utama saya. Saya tidak perlu buat partisi baru, setting <em>boot loader</em> dan lain sebagainya. Dengan aplikasi <em>virtual machine</em>, saya dengan mudah dapat menjalankan beberapa sistem operasi di atas sistem operasi utama saya. Dan aplikasi <em>virtual machine</em> kesukaan saya adalah <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads">VirtualBox</a>. Tapi tentu menggunakan virtual machine ada tantangannya tersendiri, salah satunya adalah menyambungkan peralatan yang sudah tersambung di <em>host machine</em> ke <em>guest machine</em>.<span id="more-1500"></span></p>
<p>Kali ini saya akan menulis pengalaman saya ketika saya ingin menyambungkan kabel data ke handphone saya yang telah tersambung dengan baik di host machine saya yang menggunakan sistem operasi Windows 7 ke guest host yang mempunyai sistem operasi Windows XP.</p>
<p>Ada beberapa cara memang untuk menyambung kabel data yang menggunakan port USB tersebut, tetapi saya lebih suka cara untuk mem&#8217;forward&#8217; port dari <em>host machine</em> ke <em>guest machine</em> aja.</p>
<p>Dalam kasus saya, biasanya setiap anda instal kabel data, maka Windows akan membuat virtual port COM, anda dapat melihatnya di <strong>Device Manager</strong> lalu lihat di bagian <strong>Ports (LPT &amp; COM)</strong>. Di komputer saya, kabel data tersambung di port COM8.</p>
<p><img class="size-full wp-image-1502 alignnone" title="port kabel data" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2010/05/port_vb_1.jpg" alt="" width="287" height="113" /></p>
<p>Sekarang, saya bermaksud mem&#8217;forward&#8217; COM 8 tersebut menjadi COM 1 di <em>guest machine</em> yang mempunyai sistem operasi Windows XP, sehingga kabel data tersebut dapat di akses juga dari <em>guest OS</em>. Untuk melakukan hal tersebut, berikut langkah-nya:</p>
<ol>
<li>Di jendela Sun VirtualBox, klik guest yang ingin di beri port COM tersebut, lalu klik tombol <strong>Settings</strong>.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-1503" title="tombol Setting VirtualBox" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2010/05/port_vb_2.jpg" alt="" width="191" height="116" /></li>
<li>Klik <strong>Serial Ports</strong>, centang <strong>Enable Serial Port</strong>, lalu pilih <strong>Port number</strong> (untuk pertama kali pilih COM1 aja). Di <strong>Port mode</strong> pilih Host Device dan di <strong>Port/File Path</strong> isi dengan nomor port COM yang terkonek dengan kabel data, di komputer saya menggunakan COM8, jadi saya ketik COM8 disana lalu klik <strong>OK</strong>. Oya, jangan lupa catat nomor IRQ dan I/O port-nya.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-1504" title="setting serial port virtualbox" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2010/05/port_vb_3.jpg" alt="" width="450" height="214" /></li>
<li>Sekarang jalankan<em> guest OS</em>-nya.</li>
<li>Lalu masuk ke Device Manager (<strong>Control Panel</strong> -&gt; <strong>System</strong> -&gt; <strong>Hardware</strong> -&gt; klik tombol <strong>Device Manager</strong>)  di Windows XP (sistem operasi <em>guest machine</em> saya), lalu lihat apakah COM1 disana sudah muncul (biasanya pertama kali terlihat tapi ada tanda-nya) tapi jika anda belum COM1 di Device Manager anda, tambahkan COM1 secara manual dengan langkah di langkah 5.</li>
<li>Lewati langkah jika, COM1 sudah terlihat meskipun dengan tanda:
<ul>
<li>Buka <strong>Control Panel</strong> -&gt; <strong>Add Hardware</strong>.</li>
<li>Ikuti langkahnya sampai ada pilihan <strong>Yes, I have already connected the hardware</strong>, pilih opsi tersebut lalu klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Pilih di daftar: <strong>Add a new hardware device</strong> (paling bawah sendiri) lalu klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Di langkah ini pilih <strong>Install the hardware that I manually select from a list (Advanced)</strong>, klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Di daftar pilih <strong>Ports (COM &amp; LPT)</strong>, klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Di daftar pilih <strong>Communication Port</strong>, klik <strong>Next</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Next</strong> lalu <strong>Finish</strong>.</li>
</ul>
</li>
<li>Lalu kembali ke Device Manager, lihat apakah COM1 sudah ada disana. Dan jika sudah tapi terlihat ada tanda konlik, klik kanan COM1 dan pilih <strong>Properties</strong>.</li>
<li>Pilih tab <strong>Resources</strong> dan perhatikan apakah IRQ dan I/O Range sudah benar angkanya (sesuai dengan setting VirtualBox). Jika sudah sesuai klik OK, dan restart komputer jika diminta.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-1505" title="Resources Device Manager" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2010/05/port_vb_4.jpg" alt="" width="401" height="246" /></li>
<li>Nah sekarang, saya bisa akses handphone saya melalui kabel data dari sistem operasi <em>guest machine</em> saya.</li>
</ol>
<p>Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/konek-serial-port-ke-guest-os-di-virtual-box/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VirtualBox 2.10</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/virtualbox-210/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/virtualbox-210/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 19:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual Machine]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya baru kemarin saja saya membahas instal Ubuntu di VirtualBox versi 2.02. Hari ini software virtual machine yang di naungi Sun Microsystem ini merilis versi nya yang ke 2.1.0. Kalau melihat versi-nya sih berarti ada perubahan yang cukup signifikan. Karena versi terbesar dari 2.0 adalah 2.0.6. Di versi 2.1.0 ini VirtualBox datang dengan peningkatan-peningkatan seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-582" style="margin: 5px;" title="vbox logo" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/12/vbox_logo.jpg" alt="vbox logo" width="300" height="93" />Rasanya baru <a href="http://www.edisusanto.com/install-ubuntu-di-virtual-machine/">kemarin</a> saja saya membahas instal <a href="http://www.ubuntu.com">Ubuntu</a> di VirtualBox versi 2.02. Hari ini software virtual machine yang di naungi Sun Microsystem ini merilis versi nya yang ke 2.1.0. Kalau melihat versi-nya sih berarti ada perubahan yang cukup signifikan. Karena versi terbesar dari 2.0 adalah 2.0.6. Di versi 2.1.0 ini VirtualBox datang dengan peningkatan-peningkatan seperti mendukung hardware virtualization di Mac, 3D support di Windows dan Linux dan masih banyak lagi, anda bisa membaca perubahan di versi ini di <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Changelog">Changelog</a> nya.<span id="more-581"></span></p>
<p>Saya sendiri sih masih download software ini. Nanti akan saya ceritakan kalo download udah selesai. Tapi ini harus dikit bersabar karena koneksi ke server VirtualBox sering putus.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-583" title="Download VirtualBox" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/12/down_vbox.jpg" alt="Download VirtualBox" width="460" height="32" /></p>
<p>Rencana saya ingin mencoba Ubuntu 8.10 di VirtualBox versi baru ini. OK deh, ini belum bisa cerita banyak karena emang belum mencobanya. Moga-moga download saya cepat selesai nih karena sudah tidak sabar lagi ingin mencoba kehebatan-kehebatan baru dari VirtualBox versi teranyar ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/virtualbox-210/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Ubuntu Di Virtual Machine</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/install-ubuntu-di-virtual-machine/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/install-ubuntu-di-virtual-machine/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 08:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Virtual Machine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Dengan berkembangnya sistem operasi untuk umum yang semakin banyak, sekarang Windows tidak lagi sendirian di pasaran. Dari yang gratis sampai berbayar, kita tinggal memilihnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Windows family masih mendominasi pasar sistem operasi. Masih banyak pengguna komputer yang masih mengandalkan Windows sebagai partner dalam bekerja. Tapi di sisi lain sekarang banyak sekali tawaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-307" style="margin: 5px;" title="Virtual Box" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/vmbox.jpg" alt="" width="96" height="96" />Dengan berkembangnya sistem operasi untuk umum yang semakin banyak, sekarang Windows tidak lagi sendirian di pasaran. Dari yang gratis sampai berbayar, kita tinggal memilihnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Windows family masih mendominasi pasar sistem operasi. Masih banyak pengguna komputer yang masih mengandalkan Windows sebagai partner dalam bekerja. Tapi di sisi lain sekarang banyak sekali tawaran untuk mencicipi sistem operasi lain yang kian wahid saja.<span id="more-306"></span></p>
<p><a href="http://www.ubuntu.com/">Ubuntu</a> misalnya, sistem operasi yang disediakan gratis ini makin hari makin menawan saja. Juga, kemudahan yang ditawarkan oleh Ubuntu untuk kita para calon pemakainya sangat menjanjikan. Hal ini juga terjadi pada diri saya juga, di satu sisi saya harus tetap menggunakan Windows karena saya adalah programmer Visual Basic dan di sisi lain saya ingin mencicipi sistem operasi lain untuk memperluas wawasan saya. Hanya masalahnya ngga mungkin kalo saya harus install di komputer saya, karena komputer cuma satu biji.</p>
<p>Setelah cari sana sini ada beberapa solusi yaitu dual boot atau memakai Virtual Machine software. Kalau memakai dual boot sangatlah merepotkan karena harus membagi partisi yang sudah ada dan ini sangat beresiko tinggi terhadap sistem operasi yang sudah ada.</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba-coba teknologi Virtual Machine. Pada intinya aplikasi ini akan mensimulasikan sebuah komputer di dalam sistem operasi kita. Jadi seolah-olah kita punya lebih dari satu mesin. Ada beberapa aplikasi yang bisa saya coba yaitu <a href="http://www.parallels.com">Parallels Worskstation</a>, <a href="http://www.vmware.com">VMWare</a> dan <a href="http://www.virtualbox.org">VirtualBox</a>. Masing-masing mempunyai kelebihan-nya sendiri. Tapi yang pasti jika anda ingin memakai Parallels Workstation dan VMWare Workstation anda harus mengeluarkan dana yang lumayan mahal (bagi saya lho&#8230;). Akhirnya saya mencoba VirtualBox yang disediakan gratis buat kita.</p>
<p>Caranya sangat gampang, dalam kasus ini saya ingin install Ubuntu di dalam Windows XP Professional SP 2 saya.</p>
<ol>
<li>Download .iso Ubuntu dulu di website Ubuntu (pinjam juga boleh koq ama temen kalo udah ada yang punya).</li>
<li>Download <a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads">VirtualBo</a>x untuk Windows hosts x86, ukuran file cukup besar 32MB.</li>
<li>Install VirtualBox-nya jika file sudah anda download.</li>
<li>Lalu setting hardware virtual nya, saya menyarankan jika anda mempunyai RAM 1GB keatas, set memory virtual machine anda ke 512MB. Untuk floppy disk di disable saja.</li>
<li>Jika Ubuntu anda dalam bentuk file .iso, set dulu CD-ROM virtual machine ke .iso file Ubuntu tersebut.</li>
<li>Klik tombol Start/Mulai untuk menjalankan virtual machine anda.</li>
<li>Untuk pertama kalinya anda akan di hadapakan menu seperti gambar di bawah ini, pilih Install Ubuntu.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-308" title="Install Ubuntu" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_1.jpg" alt="" width="450" height="386" /></li>
<li>Ikuti langkah-langkah berikutnya (biasanya sih tinggal klik tombol Next/Forward aja, kecuali pada setting regional, pilih Jakarta (jika anda di Indonesia)) lalu Ubuntu menyalin file-file nya ke hard disk.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-309" title="Ubuntu mulai konfigurasi" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_2.jpg" alt="" width="450" height="376" /></li>
<li>Tunggu aja prosesnya, jika komputer anda terkoneksi di internet biasanya ketika proses di 82%, sistem juga melakukan update. Dan jika proses installasi sudah selesai anda akan di minta restart Ubuntu.</li>
<li>Nah, sekarang Ubuntu sudah siap di gunakan.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-311" title="Ubuntu mulai" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_3.jpg" alt="" width="450" height="376" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-312" title="Login Screen Ubuntu" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_4.jpg" alt="" width="450" height="376" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-313" title="Ubuntu" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_5.jpg" alt="" width="450" height="376" /><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-310" title="OpenOffice di Ubuntu" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu_6.jpg" alt="" width="450" height="376" /></li>
</ol>
<p>Menurut pengalaman saya, Ubuntu berjalan dengan sangat baik di atas Windows saya. Enaknya lagi kalau Windows anda sudah terhubung dengan internet, guest OS yang ada di VirtualBox juga otomatis terkonek ke internet. Sekarang, saya bisa mencoba berbagai OS di komputer saya dengan aplikasi gratis tapi hebat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/install-ubuntu-di-virtual-machine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

