<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Susanto dot Com &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.edisusanto.com/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edisusanto.com</link>
	<description>Ruang-ku Untuk Berbagi Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 22:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah Bisnis Online Sulit?</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 13:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Diluar apa yang disebut takdir, melakukan bisnis online adalah seperti melakukan bisnis conventional (baca:offline). Anda menceburkan diri anda setengah badan, hasilnya pun akan setengah badan. Dan kalau anda menceburkan diri anda semata kaki, hasilnya pun tidak akan jauh beda. Dan hukum itu berlaku untuk kedua model bisnis tersebut baik online maupun offline. Kalau anda menyebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/kerja.jpg" alt="" width="83" height="125" align="left" />Diluar apa yang disebut takdir, melakukan bisnis online adalah seperti melakukan bisnis <em>conventional </em>(baca:offline). Anda menceburkan diri anda setengah badan, hasilnya pun akan setengah badan. Dan kalau anda menceburkan diri anda semata kaki, hasilnya pun tidak akan jauh beda. Dan hukum itu berlaku untuk kedua model bisnis tersebut baik online maupun offline.<span id="more-27"></span></p>
<p>Kalau anda menyebut bisnis online gampang, dimana letak kegampangannya? Apakah karena wujud jasmani kita yang hanya duduk dan menghadap komputer jika kita sedang mengerjakan bisnis online? You make a big mistake, bro.</p>
<p>Bisnis internet ini sangat membutuhkan konsentrasi, kesungguhan dan kecerdasan kita dalam mengelola seperti juga jika anda membuka bisnis toko baju misalnya, jika anda tidak mengelola toko itu sungguh-sungguh niscaya kerugian yang akan anda dapatkan.</p>
<p>Lalu modal apa yang kira-kira kita butuhkan untuk menjadi seorang pebisnis online? Dibawah ini adalah point-point yang harus anda persiapkan sebelum membuka lapak online anda di internet:</p>
<p>1.	Tema lapak bisnis yang akan dibuka. Mau berbicara tentang komputer, kesehatan, hewan peliharaan, forex, rumah, asuransi atau apa saja. Yang paling penting adalah bidang itu adalah bidang yang anda kuasai. Tanpa penguasaan bidang itu, tentu bisnis anda gampang diterpa badai dan membosankan. Kalau saya boleh usul, hobby anda. Dan poin inilah kalau menurut saya adalah the most important point. Karena saya adalah seorang programmer Visual Basic dan teknisi komputer, maka saya suka sekali menulis tentang programming Visual Basic, SQL dan sekitar ngoprek komputer.</p>
<p>2.	Bahasa. Tulis website anda dengan bahasa yang anda kuasai. Jika anda bisa bahasa Inggris tentu hal itu lebih bagus karena target anda luas sekali. Tetapi jika belum jangan menunda sampai anda bisa bahasa Inggris, tulislah dengan bahasa Indonesia dan yakinlah pasti ada cara untuk menghasilkan uang dengan website Indonesia itu.</p>
<p>3.	Konsep penghasil uangnya. Apakah melalui direct ads, Google Adsense, Bidvertiser, paid review, member area, ataukan dengan link berbayar. Pilih yang terbaik menurut anda.</p>
<p>4.	Komputer. Sediakan komputer dengan spesifikasi yang lumayan, sehingga menunjang kecepatan kerja anda. Pilihlah menurut selera.</p>
<p>5.	Koneksi internet. Pilihlah yang mempunyai kecepatan yang responsif. Ini akan menunjang efisiensi waktu anda. Untuk point 4 dan 5 ini sebetulnya bisa diwakili oleh warung internet. Tinggal lihat costs and benefits nya.</p>
<p>6.	Bekerjalah tiap hari. Hal inilah yang biasanya di remehkan oleh para pebisnis online. Mereka bekerja kalau ada waktu luang saja. Saran saya sediakan waktu khusus untuk menekuni bisnis ini. Kalau saya, karena saya masih bekerja di siang hari saya menekuni bisnis ini setiap pukul 21.00 sampai 24.00 dan harus disiplin.</p>
<p>7.	Asah terus pengetahuan anda tentang dunia internet. Tentu saja anda kan mau mencari uang di dunia itu. Misalnya asah pengetahuan tentang bahasa HTML anda, hal itu akan sangat membantu anda di kemudian hari.</p>
<p>8.	Semangat, semangat dan semangat. Seperti halnya bisnis offline, dimana-mana semangat tidak boleh dihilangkan. Tanpa itu anda akan kehilangan energi anda dengan cepat.</p>
<p>Itulah poin-poin yang menurut saya yang paling tidak harus anda punyai sebelum melangkah ke dunia bisnis online ini. Jadi apakah bisnis online ini sulit? Sangat sulit jika anda setengah-setengah dan meremehkannya dalam menjalaninya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Penjual Yang Hebat</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/seorang-penjual-yang-hebat/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/seorang-penjual-yang-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 03:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[My Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan peliharaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin saya diajak ama adik bungsu saya untuk mencari seekor anak anjing hias untuk dipelihara. Dia sangat suka sekali dengan anjing. Lalu saya tanya kepada seorang teman saya yang punya hobi memelihara anjing hias, dia lalu merekomendasikan kepada saya untuk beli anjing di Pasar Ngasem Jogja. Pasar Ngasem adalah sebuah pasar hewan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemarin saya diajak ama adik bungsu saya untuk mencari seekor anak anjing hias untuk dipelihara. Dia sangat suka sekali dengan anjing. Lalu saya tanya kepada seorang teman saya yang punya hobi memelihara anjing hias, dia lalu merekomendasikan kepada saya untuk beli anjing di Pasar Ngasem Jogja. Pasar Ngasem adalah sebuah pasar hewan yang paling tersohor kota Jogja. Mau cari apa aja ada disitu, dari burung merparti sampai tokek pun tersedia. Tapi yang punya hidung sensitif bau-bau-an hewan sangat dianjurkan untuk bawa penutup hidung jika tidak mau muntah <img src='http://www.edisusanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-23"></span></p>
<p>Akhirnya sekitar pukul 4 sore, saya beserta rombongan (kaya Presiden aja hehehe) datang ke pasar Ngasem. Setelah mengikuti petunjuk dari teman saya itu, akhirnya saya menemukan penjual yang menjual anjing dan kucing disitu. Tidak banyak pilihan memang, barang dagangan penjual itu tinggal anjing jenis Holly Pom/Pom-Pom (ngga tau bener ngga ejaan saya ini karena yang ngomong penjualnya), Pitbull, Herder lalu ada kucing Anggora, Siam, Lokal dan Persia. Setelah pilih sana pilih sini, pilihan adik saya jatuh pada jenis Holly Pom. DIa memilih itu karena anjing tersebut adalah anjing hias dan ukurannya ya kecil, sampai besar pun tetep kecil. Karena rumah orang tua saya tidak begitu besar jadi ukuran anjing sangat penting, agar semua penghuni rumah bisa nyaman semua.</p>
<p>Pertama kali adik saya tanya harga, anjing itu dihargai Rp.400.000 dan setelah tawar menawar terjadi akhirnya harga menjadi Rp.150.000 (heran bisa jauh ya&#8230;), anak anjing itu emang agak luka di bagian lehernya tapi karena adik saya udah suka, ya apa boleh buat. Entah kami ditipu atau tidak tapi yang penting adik saya udah terlanjur suka dengan anjing itu. Tapi dia agak kurang sreg ama warnanya, penjual itu lalu berkata, &#8220;Kalau minggu depan datang warna lain, anda boleh datang kesini dan tukar dengan warna yang lain dan itu free of charge!&#8221;. Lalu adik saya jawab, &#8220;Beneran neh?&#8221;. Dan pertanyaan itu dijawab, &#8220;Bener mbak, silahkan saja dibuktikan minggu depan&#8221; (Entah ini adalah sebuah lip service atau bukan, tapi ini adalah kehebatan dia yang pertama).</p>
<p>Lalu adik saya terlihat sedikit kuatir karena sebenarnya mama kami tidak mengijinkan ada hewan peliharaan di rumah, terus dia mengutarakan kekuatirannya kepada saya, lalu saya bilang, &#8220;Jangan kuatir, nanti tak bantu ngomong ke mami&#8221;. Tapi adik saya terlihat masih kuatir, akhirnya si penjual ini bilang, &#8220;Jangan kuatir mbak, kalau ibu anda tidak mengijinkan, kembalikan aja anak anjing itu kepada saya dan uang akan saya kembalikan&#8221;. Wow, ini adalah kehebatan dia yang kedua sebagai seorang penjual. Cerdik dan tahu bagaimana menjual barangnya dan mendalami keinginan dan keadaan si pelanggan-nya.</p>
<p>Terakhir masalah kandang, kandang yang semula berharga Rp.250.000 akhirnya dilepas seharaga Rp.175.000 padahal saya melihat kandang yang sama di Carrefour dan pet shop, kandang itu dijual dengan harga Rp.270.00. Yah&#8230; akhirnya kami mendapat apa yang kami inginkan dengan harga yang sangat terjangkau. Akhirnya dikesepakatan yang terjadi anak anjing + kandang, adik saya membayar sejumlah Rp.325.000 kepada penjual itu. Dan sebelum pulang, penjual itu memberika nomor telpnya kepada kami dan berpesan, &#8220;Kalau ada kesulitan dan pertanyaan tentang anjingnya, hubungi saja.&#8221;. Sip dah penjual ini, cuman menjual anak anjing dan kadang yang tidak sampai ke harga Rp.400.000 itu pelayanannya benar-benar total kepada kami.</p>
<p>Lalu bagaimana kita menjual jasa dan barang kita di bisnis online ini? Sudahkah kita tahu dengan persis cara membuat barang kita laku? Atau yang lebih penting, apakah kita melakukannya sudah dengan hati? Jangan sampai kalah dengan penjual anak anjing di Pasar Ngasem itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/seorang-penjual-yang-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapkan Diri Sebaik Mungkin</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 17:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Bukan bermaksud untuk ikut-ikutan dengan babi ngepetnya dab isnaini, saya kemarin melihat film salah satu televisi nasional kita yang kian hari kian fasik, tentang babi ngepet bahkan prosesi nya semua diperlihatkan dengan jelasnya jadi saya membayangkan bagaimana kalau anak saya yang baru berumur 4 tahun melihat adegan-adegan tersebut? Tentu dampaknya yang negatif yang akan terbayang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/babi_ngepet.jpg" alt="" width="125" height="83" align="left" />Bukan bermaksud untuk ikut-ikutan dengan <a href="http://www.isnaini.com/2008/04/01/peta-lokasi-dolar-ngepet-2008/" target="_blank">babi ngepetnya dab isnaini</a>, saya kemarin melihat film salah satu televisi nasional kita yang kian hari kian fasik, tentang babi ngepet bahkan prosesi nya semua diperlihatkan dengan jelasnya jadi saya membayangkan bagaimana kalau anak saya yang baru berumur 4 tahun melihat adegan-adegan tersebut? Tentu dampaknya yang negatif yang akan terbayang. <em>But I don&#8217;t want to talk about it</em>, saya hanya sharing tentang pemikiran saya tentang babi ngepet itu.<span id="more-21"></span></p>
<p>Saya jadi tertawa kalau ingat guyonan istri saya yang waktu itu juga ikut sempat melihat adegan dewasa tersebut (sambil makan gorengan berdua hehehehe), di prosesi itu ada aturan bahwa lilin yang berada di rumah selama suaminya jadi babi ngepet, lilin ngga boleh mati. Bagaimana kalau lilinnya mati? Mati jugalah babi ngepet di pukuli ama warga karena wujudnya kembali semula ke manusia.</p>
<p>Waktu itu istri saya berkata, &#8220;Gimana itu kalau lilin nya abis dan sang istri-nya lupa beli untuk persediaan jikalau lilinnya abis atau gimana kalau sang istri lupa mengganti dengan lilin yang baru sehingga durasi ngepetnya bisa lama?&#8221;. Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengar guyonan istri saya tersebut. Tapi istri saya berubah jadi setengah serius, &#8220;Bener lho, gimana kalo hal itu benar-benar terjadi?&#8221;.</p>
<p>Saya pun jadi ikut mikir, bener juga! Kalau suami-istri ngepet itu sudah mempersiapkan semuanya dari ajian, lilin, kembang, jimat atau apalah yang menjadi syarat untuk jadi babi ngepet (maklum belum pernah coba hehehe) dan dirasa sudah siap semua, dan karena senengnya mau dapat duit banyak, mereka berdua lupa untuk mempersiapkan hal yang kecil tapi penting, cadangan lilin! Atau memakai lilin yang mau habis, itu kan hal yang terlihat sepele saja tapi akibatnya? Jangan ditanya, akan sangat fatal. Si babi ngepet itu akan berubah jadi manusia, dan akan terlihat oleh penduduk sekitar, digebuki akhirnya sang suami bisa-bisa mati sia-sia. Semua yang di rencanakan akan gatot alias gagal total!</p>
<p>Bagaimana kalau dihubungkan dengan kehidupan kita? Sudahkan kita mempersiapkan diri kita dengan matang setiap melakukan sesuatu? Jangan sampai melupakan hal kecil tapi bisa berakibat fatal. Di bisnis online ini, banyak sekali poin-poin penting yang harus diperhatikan, ada yang penting dan ada juga yang kurang penting. Jika kita sudah menyiapkan segala sesuatu (menurut kita), tetapi kita lupa melupakan hal yang terlihat sepele, seperti tidak pernah berinteraksi dengan para pembaca blog anda atau yang lebih ironis yaitu tidak menyiapkan mental pantang menyerah dan tegar? Terlihat sepele, tapi juga anda tidak menyiapkannya maka dipastikan bisnis anda akan berakhir dengan sia-sia karena ketika anda kesandung masalah sekali anda akan menyerah begitu saja sehingga tujuan anda akan gagal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Edi Susanto vs Dukun</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/edi-susanto-vs-dukun/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/edi-susanto-vs-dukun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 15:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Judul yang aneh, begitu ketika saya selesai mengetik judul artikel ini. Tapi yach itu yang saya rasakan sekarang. Dalam menempuh hidup kebanyakan orang selalu mengeluh dengan apa yang di alami termasuk saya apalagi jika sedang dilanda masalah yang tiada henti. Dalam penyelesaiannya saya sering meminta pada Tuhan agar penyelesaiannya yang instan-instan saja dan jangan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="n" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/dukun.jpg" alt="" width="150" height="157" align="left" />Judul yang aneh, begitu ketika saya selesai mengetik judul artikel ini. Tapi yach itu yang saya rasakan sekarang. Dalam menempuh hidup kebanyakan orang selalu mengeluh dengan apa yang di alami termasuk saya apalagi jika sedang dilanda masalah yang tiada henti. Dalam penyelesaiannya saya sering meminta pada Tuhan agar penyelesaiannya yang instan-instan saja dan jangan yang rumit. Itulah permintaan semua orang&#8230; tidak mau susah-susah. Dan tabiat ini berujung pada kebiasaan dalam setiap lini kehidupan kita. Kalau bisa instan saja.<span id="more-12"></span></p>
<p>Dalam berusaha untuk mendapatkan sesuatu kita bisa &#8216;meniru&#8217; semangat yang dilakukan oleh para dukun itu. Lho? Mari kita tinggalkan sejenak <em>frame</em> yang biasa di timpakan kepada para dukun tersebut. Juga, coba kita hilangkan untuk sejenak konotasi yang negatif kepada para dukun agar kita bisa obyektif menilai tindakan mereka.</p>
<p>Sadarkah bahwa para dukun itu untuk mendapatkan ilmu-ilmu atau pusaka-pusaka yang mereka miliki itu, mereka harus melakukan segala ritual yang biasanya sangat berat untuk ukuran <em>ordinary people</em>. Dari yang puasa ngga makan selama 40 hari, ngga boleh bicara kepada siapa pun, minum darah dan syarat-syarat lainnya yang kadang diluar nalar kita (maklum saya ngga seorang dukun jadi syarat yang saya tahu ya cuma itu). Saya yakin sebagai manusia biasa para dukun itu sebetulnya juga enggan untuk melakukan hal-hal yang di luar nalar itu. Tapi semangat dan kemauan mereka-lah yang membuat mereka mau melakukan semua itu. Dalam pikiran mereka pokoknya tujuan untuk menguasai ilmu atau mendapat pusaka itu harus tercapai.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Seringkali kita itu untuk mencapai tujuan kita, kita malas melakukan ritual-ritual yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang pebisnis online. Apakah ritual-ritual itu?</p>
<ol>
<li>Belajar hal-hal yang baru.</li>
<li>Belajar menjadi seorang <em>word smart</em> bagi para pelaku paid review.</li>
<li>Belajar meng-SEO kan website kita yang menjadi ladang minyak kita.</li>
<li>Optimizing posisi, warna dan bentuk iklan-iklan Adsense kita. (atau layanan iklan yang lainnya)</li>
<li>Mengupdate website kita dengan artikel-artikel yang berkualitas.</li>
<li>Membuat perencanaan target dari website kita.</li>
<li>Membuat <em>road map</em> dari rencana bisnis kita.</li>
<li>Mencari peluang-peluang bisnis online yang lain.</li>
</ol>
<p>Yang kita pikir itu hanya hasil nya saja. Kapan ya saya bisa beli mobil dari situ, kapan bisa beli rumah dan seterusnya. Kita hanya pingin instan saja dan akhirnya iri kepada para pebisnis online yang sudah berhasil tapi tidak pernah iri pada usaha-usaha yang dilakukan oleh mereka.</p>
<p>Coba sekarang kita pikirkan dengan usaha para dukun itu yang dilandasi juga dengan keinginan untuk mendapat sesuatu. Ketika saya mengingat akan hal itu saya menjadi malu sendiri dan akhirnya membuat bara semangat lagi dan saya ngga mau kalah lagi dengan para dukun itu&#8230; malu rasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/edi-susanto-vs-dukun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Seorang Yang Penting?</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/apakah-anda-seorang-yang-penting/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/apakah-anda-seorang-yang-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 02:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti ingin merasa menjadi orang yang penting dan berguna bagi lingkungan sekitarnya. Entah di lingkungan keluarga, kantor, tempat ibadah atau di tempat yang lainnya. Tetapi banyak orang yang menemukan dirinya tidak menjadi sesosok yang berguna dan penting bagi lingkungannya, banyak sekali&#8230; Lalu akibatnya apa? Yah&#8230; akhirnya dia tidak mau terlibat dalam kegiatan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="kacamata" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/kacamata.jpg" alt="" width="125" height="83" align="left" />Setiap orang pasti ingin merasa menjadi orang yang penting dan berguna bagi lingkungan sekitarnya. Entah di lingkungan keluarga, kantor, tempat ibadah atau di tempat yang lainnya. Tetapi banyak orang yang menemukan dirinya tidak menjadi sesosok yang berguna dan penting bagi lingkungannya, banyak sekali&#8230; Lalu akibatnya apa? Yah&#8230; akhirnya dia tidak mau terlibat dalam kegiatan apa pun, merasa minder dan rendah diri (bukan rendah hati lho&#8230; kalo yang ini sih harus dimiliki setiap orang) dan yang paling parah adalah dia tidak mau mengembangkan potensi-potensi di dalam dirinya.<span id="more-9"></span></p>
<p>Biasanya hal ini dialami oleh orang-orang yang merasa <em>job</em>-nya rendah atau terlihat mempunya porsi yang kecil.</p>
<p>Di dalam salah satu CD rekamannya, <a href="http://www.jamesgwee.com/" target="_blank">James Gwee</a> pernah menceritakan seorang <em>maintenance building division</em> di sebuah hotel di Singapura. Katakan saja namanya Mr.Lim. Mr.Lim menceritakan bahwa dirinya bekerja di hotel itu sebagai tukang periksa engsel pintu apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Dan dia melakukan hal itu sudah selama 25 tahun!!! Betapa membosankan dan terkesan rendahnya pekerjaan itu kalau terlihat sekilas.</p>
<p>James Gwee pun bertanya, &#8220;Mr.Lim, apa kamu itu tidak bosan bekerja dengan memeriksa engsel ratusan pintu selama itu?&#8221;</p>
<p>Mr.Lim pun menjawab, &#8220;James, kamu ngga tau sih, kamu tahu ngga tamu-tamu yang menginap di hotel ini adalah para tamu yang penting, karena hotel ini adalah hotel bintang lima maka tamunya adalah biasanya para pemimpin di perusahaannya. Mereka juga seorang pemimpin di keluarga nya juga. Kalau pintu ini tidak berfungsi dengan benar dan akhirnya ada kejadian sampai pintu itu menimpa tamu itu, bisa kamu bayangkan berapa efek yang ditimbulkan. Bagaimana dengan anak buahnya atau anak dan istrinya kalau sampai dia meninggal gara-gara itu?&#8221;</p>
<p>Saya secara pribadi pun cukup terhenyak atas statement dari Mr.Lim tersebut. Lalu saya pikir-pikir agaknya Mr. Lim ini ada benarnya. Kalau dilingkungan kantor, manager sampai <em>cleaning service</em> (yang sering kali di anggap rendah) menurut saya mempunyai posisi yang sama penting. Bayangkan kalau <em>cleaning service</em> tidak ada, lingkungan kerja menjadi kotor dan tidak nyaman maka produktifitas kerja akan turun dan kalaupun dibersihkan oleh staff sendiri bayangkan berapa waktu yang akan terbuang untuk bersih-bersih tersebut.</p>
<p>Maka dari itu jangan pernah merasa rendah diri atau minder akan pekerjaan atau posisi yang kita miliki karena kita memiliki porsi yang penting bagi lingkungan kita selama kita mau bekerja dan memaksimalkan potensi kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/apakah-anda-seorang-yang-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

