<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Susanto dot Com &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://www.edisusanto.com/tag/motivasi-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edisusanto.com</link>
	<description>Ruang-ku Untuk Berbagi Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 22:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Visualisasikan Impian Anda</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/visualisasikan-impian-anda/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/visualisasikan-impian-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 04:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Impian]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali orang yang pasti ingin sukses secara finansial atau keuangan. Dan banyak orang yang melakukan cara-cara yang membuatnya sukses. Tetapi yang penting (at least, for me) adalah kemauan anda untuk sukses. Dengan kata lain, kesuksesan itu adalah dimulai dari dalam diri anda, seberapa besar anda mau sukses. Dan untuk mendapatkan dorongan-dorongan itu, biasanya manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-118" style="margin: 5px; float: left;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/06/dream.jpg" alt="" width="135" height="135" />Banyak sekali orang yang pasti ingin sukses secara finansial atau keuangan. Dan banyak orang yang melakukan cara-cara yang membuatnya sukses. Tetapi yang penting (at least, for me) adalah kemauan anda untuk sukses. Dengan kata lain, kesuksesan itu adalah dimulai dari dalam diri anda, seberapa besar anda mau sukses. Dan untuk mendapatkan dorongan-dorongan itu, biasanya manusia membutuhkan penyadaran dari lingkungan terdekatnya. Keluarga adalah alasan terbesar yang sering mendorong kita menjadi lebih baik. Misalnya, karena kita ingin keluarga kita lebih nyaman dengan tinggal di rumah yang lebih layak atau kita ingin membeli mobil (tidak semata-mata karena gengsinya) tetapi biasanya karena ingin anak dan istrinya menjadi nyaman (terhindar dari panas dan asap) jika bepergian.<span id="more-117"></span></p>
<p>Karena alasan-alasan itu biasanya kita ingin dan selalu terdorong untuk membuat keadaan finansial kita lebih baik. Menurut saya, kita juga membutuhkan katalisator juga untuk membantu percepatan usaha kita. Katalisator itu juga yang akan selalu mencambuk kita untuk tidak lupa akan visi kita.</p>
<p>Ada satu cara yang unik, yang biasanya diperkenalkan jika anda ikut bisnis-bisnis Multi Level Marketing (MLM) dan juga beberapa motivator juga menganjurkannya. Dan memang itu make sense for me. Cara nya adalah dengan memajang gambar atau photo tujuan kita. Gambar itu bisa dengan gambar rumah atau mobil yang menjadi impian kita, atau benda-benda lain yang menjadi impian anda atau hal yang ingin anda raih. Sedikit muluk tidak menjadi masalah. Yang penting adalah gambar itu bisa memacu adrenalin anda.</p>
<p>Gambar yang saya pasang? Tidak lain dan tidak bukan adalah brosur mobil Honda yang saya inginkan. Saya lingkari pakai spidol besar-besar dan saya tulisi: TARGET &lt; 35 tahun. Tulisan itu yang nanti selalu mencambuk saya jika saya sedang malas bekerja. Kalau saya sedang malas buat website, saya cukup melirik brosur itu sudah cukup efeknya untuk membangunkan saya, lebih hebat daripada secangkir kopi (kebetulan saya juga adalah seorang yang anti kopi… jantung saya tidak kuat).</p>
<p>Apakah tulisan ini adalah khayalan belaka? Coba dulu saja, karena pertama kali waktu saya mendengar konsep ini, saya hanya ketawa saja. Pikir saya, ah nanti saya hidup dalam mimpi. Tapi ternyata anggapan saya itu salah besar… Dalam otak saya bukan terbayang mobil Honda CR-V nya, tetapi adalah kegembiraan anak saya yang bisa pergi tanpa menutup hidungnya, kulitnya menjadi putih lagi dari yang semula hitam gosong (karena kebodohan papa-nya yang tidak mampu mengayomi dia jika pergi sehingga kulitnya langsung dihajar oleh ultraviolet matahari), wajahnya yang mulus tidak lagi kena angin karena duduk di depan sepeda motor. Itulah motivasi utama saya untuk tidak berhenti berusaha untuk mencapai kebebasan finansial saya…</p>
<p>Bagaimana jika pada umur 35 tahun impian itu belum tercapai? Saya tidak memusingkan hal itu, sebab saya sudah melakukan perintah Tuhan untuk berusaha mati-matian dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Hasilnya ada di tangan Tuhan…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/visualisasikan-impian-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tunda Lagi!</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/jangan-tunda-lagi/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/jangan-tunda-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 17:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[My Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah ngobrol dengan teman-teman tentang hitung-hitungan umur. Yang pada intinya menurut mereka dari umur 0 – 22 tahun itu adalah umur sekolah dan mencari ilmu secara formal. Pada umur 23 – 40 tahun adalah umur produktif untuk mencari uang. Umur 41- 45 adalah umur yang mulai harus memikirkan tentang masa pensiun dan diumur 46 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-97" style="margin: 5px; float: left;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/05/jam.jpg" alt="" width="83" height="125" />Saya pernah ngobrol dengan teman-teman tentang hitung-hitungan umur. Yang pada intinya menurut mereka dari umur 0 – 22 tahun itu adalah umur sekolah dan mencari ilmu secara formal. Pada umur 23 – 40 tahun adalah umur produktif untuk mencari uang. Umur 41- 45 adalah umur yang mulai harus memikirkan tentang masa pensiun dan diumur 46 energi kita sudah mulai meredup dan kita pun mulai memasuki masa pensiun.<span id="more-96"></span></p>
<p>Setelah dipikir-pikir emang keliatannya koq umur koq dihitung. Tapi sayangnya, memang ternyata hal itu adalah benar dan begitulah kehidupan nyatanya. Sayangnya lagi kalau saya melihat dari range-range umur itu, waktu produktif kita hanyalah 17-20 tahun saja. Yang hanya 20% dari rata-rata umur manusia modern sekarang yang katanya hanya sampai 60-70 tahun saja. 70 tahun itu pun kalau guyonan teman-teman saya itu adalah extra stage atau bonus stage. Ah, betapa pendeknya umur ini.</p>
<p>Setelah dipikir untuk yang kedua kali, saya pun mulai menuliskan umur saya yang tahun ini sudah menginjakkan di angka 31 tahun. Sudah 8 tahun berlalu dari start awal umur produktif saya. Apakah yang sudah saya hasilkan selama itu? Kalau diberi umur yang <em>average </em>ama Tuhan (yang 60 tahun itu), berarti kalau hitungan itu benar masa produktif saya tinggalah 9 – 15 tahun lagi. Setelah itu? Mulai meredup.</p>
<p>15 tahun itu berarti adalah 5.475 hari lagi atau 131.400 jam atau 7.884.000 menit lagi masa pensiun itu datang. Cadang menit saya tinggalah 7.884.000. Kalau saya melamun dan tidak berbuat apa-apa selama 10 menit saja maka stok menit saya tinggalah 7.883.990 menit lagi. Kalau saya berbuat yang tidak berguna lagi, maka semakin habislah cadangan menit saya untuk hal yang tidak berguna. Semakin anda menunda, ingat stok waktu anda tidak bisa diisi ulang seperti pulsa handphone. Maukah anda menyesal waktu umur 45 tahun datang? Kalau anda tanya pada saya, pasti saya jawab Tidak!</p>
<p>Segeralah ambil tindakan demi kesuksesan masa depan anda, jangan menunda-nunda lagi. Cerita ini selalu memacu saya terus untuk mencapai impian-impian saya dan tidak ingin membuang meskipun hanya 1 menit saja waktu saya. Bagaimana dengan anda? Clock is ticking&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/jangan-tunda-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

