<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Susanto dot Com &#187; Menjual</title>
	<atom:link href="http://www.edisusanto.com/tag/menjual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edisusanto.com</link>
	<description>Ruang-ku Untuk Berbagi Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 22:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jadilah Penjual Yang Jujur</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/jadilah-penjual-yang-jujur/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/jadilah-penjual-yang-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 03:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[My Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Menjual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore, saya dan keluarga pergi ke suatu supermarket di jalan Godean, Yogyakarta. Niat saya hanya untuk jalan-jalan saja dari awalnya. Setelah kami masuk, sampailah di counter yang jual frozen foods termasuk chicken nugget. Kebetulan persediaan chicken nugget anak saya udah habis dan kami mencari alternatif chicken nugget dengan harga discount. Lalu ada penjualnya menawarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sore, saya dan keluarga pergi ke suatu supermarket di jalan Godean, Yogyakarta. Niat saya hanya untuk jalan-jalan saja dari awalnya. Setelah kami masuk, sampailah di counter yang jual frozen foods termasuk chicken nugget. Kebetulan persediaan chicken nugget anak saya udah habis dan kami mencari alternatif chicken nugget dengan harga discount. Lalu ada penjualnya menawarkan pada kami sebuah produk chicken nugget yang belum pernah kami lihat sebelumnya dengan harga sangat murah.<span id="more-35"></span></p>
<p>Penjualnya lalu meyakinkan dan berkata bahwa harga normalnya itu mahal (selisih sedikit dengan harga chicken nugget yang biasa kami beli) dan karena ini adalah harga promo maka harga menjadi murah. Istri saya pun tertarik untuk membeli chicken nugget itu karena mumpung murah karena ada promo. Tetapi istri saya mulai bertanya-tanya masalah kualitasnya dibanding dengan merek yang biasa kami beli. Penjual itu pun menjawab, &#8220;Dijamin ngga kalah dan rasanya pasti lebih enak daripada merk yang biasa ibu beli itu, saya jamin!&#8221;. Karena si penjual ini berhasil meyakinkan kami dengan kata-kata &#8220;Saya jamin!&#8221; nya itu maka istri saya memutuskan untuk membeli chicken nugget itu.</p>
<p>Setelah sampai di rumah, anak saya mau digorengkan chicken nugget yang baru dibeli itu. Setelah di masak anak saya pun bilang kalau rasanya ngga enak. Istri saya pun ikut mencicipinya dan memang rasanya benar-benar ngga enak dan banyak tepungnya daripada ayamnya. Lalu istri saya bilang, &#8220;Ya&#8230; tertipu.&#8221; dan dia berkata bahwa dia kapok beli lagi produk dengan merk itu dan kapok belanja di supermarket itu karena di mata istri saya, supermarket itu sudah menipu dia.</p>
<p>See? Kalau anda melakukan hal itu, menjadi penjual yang menjanjikan di luar kenyataanya, hari ini barang anda laku karena anda menipu pelanggan tapi setelah itu anda akan mendapat antipati tidak hanya pada produknya tapi juga pada anda sebagai penjual. Jika di lain kesempatan si penjual chicken nugget itu menjual produk lain tentu istri saya ngga akan beli karena sudah tidak ada lagi kepercayaan kepada penjual itu.</p>
<p>Jual lah barang anda dengan cara-cara yang lebih terhormat katakan kelebihan dan kekurangan produk yang anda jual dengan begitu pelanggan akan melihat bahwa anda adalah penjual yang jujur dan dapat diandalkan. Jika barang anda tidak terjual hari ini, at least anda sudah menjadi penjual yang baik dan suatu hari pelanggan itu akan membeli barang yang anda jual dengan suasana percaya atau bahkan dia akan merekomendasikan produk anda ke orang lain. Dengan begitu anda mau menjual barang apa pun, orang akan ikut dengan anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/jadilah-penjual-yang-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjual Dengan Hati</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/menjual-dengan-hati/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/menjual-dengan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Menjual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Di era yang serba kompetitif ini, para pemilik usaha di bidang usaha apapun akan menghadapi persaingan yang sangat sengit. Banyak usaha dilakukan untuk menjadi pemenangnya. Dari membuat tokonya menjadi besar, bersih dan mengkilat; hire para SPG yang cantik-cantik sehingga produk-nya menjadi semakin eye catching saja. Tetapi ada sisi yang sering dilupakan oleh para pebisnis ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era yang serba kompetitif ini, para pemilik usaha di bidang usaha apapun akan menghadapi persaingan yang sangat sengit. Banyak usaha dilakukan untuk menjadi pemenangnya. Dari membuat tokonya menjadi besar, bersih dan mengkilat; <em>hire</em> para SPG yang cantik-cantik sehingga produk-nya menjadi semakin <em>eye catching</em> saja. Tetapi ada sisi yang sering dilupakan oleh para pebisnis ini. Saya akan menceritakan suatu cerita yang menarik.<span id="more-33"></span></p>
<p>Disebuah toko sepatu, ada seorang pria yang hendak membeli sepasang sepatu. Setelah memilih sana-sini akhirnya disepakati harga dan jenis sepatunya. Akhirnya si pria ini membawa pulang sepatu itu. Karena si pria ini takut dengan istrinya lalu dia membuang dos/kotak sepatu dan nota pembelian dari sepatu itu dengan harapan istri-nya tidak curiga kalau dia beli sepatu itu.</p>
<p>Alhasil, ketika dia akan memakai sepatu itu, dia merasakan ada bagian sepatu itu yang tidak nyaman di kaki-nya dan membuat dia berpikir untuk mengembalikan sepatu itu. Tapi dia bingung karena dos dan nota pembelian-nya udah dibuang entah kemana. Seperti diketahui, bahwa jika anda akan komplain atas barang yang sudah anda beli, barang dan kemasannya harus utuh seperti waktu beli dan nota pembelian pun jadi satu keharusan agar anda dapat mengklaim barang tersebut.</p>
<p>Karena si pria ini tidak memiliki kedua &#8216;syarat&#8217; tersebut, dia pun bingung tapi dia akhirnya nekat datang ke toko sepatu dimana dia membeli sepatunya kemarin. Waktu dia komplain ke penjaga tokonya dan menjelaskan duduk permasalahannya, diluar dugaan si pria itu, si kasir langsung menukar sepatu yang bermasalah itu dan bahkan memberinya hadiah sepasang kaus kaki! Wow&#8230;</p>
<p>Jika anda menjadi pria itu, <em>next time</em> anda ingin membeli sepatu buat anak, istri atau diri anda sendiri, dimana jika anda akan membeli sepatu? Pasti di toko itu. Bayangkan hanya dengan sepasang kaus kaki saja sudah menjadi alat pemasaran yang luar biasa. Si pria itu akan <em>gethok tular</em> ke semua teman-temannya bahwa toko sepatu itu bagus.</p>
<p>Dimana letak kehebatan kasir tersebut? Dia menjual dengan hati yang tulus dan mau mengerti akan kesusahan pelanggannya. Meskipun akan ada orang bilang, &#8220;Ah&#8230; itu hanyalah taktiknya saja!&#8221; That&#8217;s no matter, <em>at least</em> dia bisa mempraktekkan taktik yang hebat buat pelanggan dan toko-nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/menjual-dengan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

