<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Edi Susanto dot Com &#187; Bisnis Online</title>
	<atom:link href="http://www.edisusanto.com/tag/bisnis-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.edisusanto.com</link>
	<description>Ruang-ku Untuk Berbagi Cerita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Dec 2011 22:53:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bersahabat Dengan Limited Account Access dari PayPal</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/bersahabat-dengan-limited-account-access-dari-paypal/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/bersahabat-dengan-limited-account-access-dari-paypal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 06:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan yang lalu ketika saya mau membayar hosting saya di RumahWeb dengan PayPal, tiba-tiba saya mendapat satu pesan bahwa akun PayPal saya kena Limitations Account Access sehingga dengan status itu saya tidak bisa mengirim uang atau menarik dana dari PayPal. Kalau menurut PayPal itu biasa terjadi pada akun-akun pertama yang melakukan withdraw atau send money [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-32" style="float: left;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/paypal_logo.jpg" alt="" width="109" height="38" />Sebulan yang lalu ketika saya mau membayar hosting saya di <a href="http://www.edisusanto.com/aff/hosting/">RumahWeb</a> dengan PayPal, tiba-tiba saya mendapat satu pesan bahwa akun PayPal saya kena Limitations Account Access sehingga dengan status itu saya tidak bisa mengirim uang atau menarik dana dari PayPal. Kalau menurut PayPal itu biasa terjadi pada akun-akun pertama yang melakukan withdraw atau send money untuk pertama kalinya (saya pun kena itu karena itu adalah kali pertama saya mau mengirim uang dari balance PayPal saya).<span id="more-30"></span></p>
<p>Tentu saja sebagai seorang pemula yang mendapat pesan itu saya cukup kaget dan bingung dan hal ini ternyata dialami oleh banyak para internet marketing dan pengguna PayPal lainnya. Tetapi dengan status Limited Access, anda tetap bisa menerima uang. Jadi bisa masuk tapi ngga bisa keluar, hehehehe… ini benar-benar menyebalkan.</p>
<p>Lalu saya di bawa ke layar <strong>Resolution Center</strong> dan disitu PayPal minta untuk melakukan <em>proof address</em> (membuktikan bahwa saya punya alamat yang benar) dan ingat lho ini lain dengan status Verified atau bukan. Pertama sih sebal banget tapi ya lama-lama sih sadar juga bahwa ini adalah masalah yang harus dihadapi karena kalau ngga dibuka Limited Access nya ya&#8230; gaji dari paid review ngga cair-cair hehehe. Di layar Resolution Center, click aja tombol <strong>Resolve </strong>untuk melihat cara penyelesaiannya. Di layar ini saya juga saya baru tahu bahwa sebetulnya resolusi limited ini saya udah di minta sejak tahun 2006 kemarin, tapi ya maklum baru tahun ini PayPal saya gunakan jadi saya ngga pernah buka akun PayPal saya selama ini.</p>
<p><a href="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/limited_access-paypal.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-31" title="limited_access-paypal" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/limited_access-paypal-300x54.jpg" alt="" width="450" height="82" /></a></p>
<p>Untuk solve status ini sebetulnya sangat sederhana. PayPal hanya minta anda mengirimkan bukti bahwa anda benar-benar beralamat seperti yang anda cantumkan di PayPal profile. Bukti itu bisa berupa tagihan kartu kredit, KTP, SIM, atau tagihan resmi yang lainnya tetapi PayPal tidak menerima bukti yang di generate oleh online report. Misalnya anda mencetak mutasi tagihan CitiBank online maka PayPal pasti akan menolak bukti itu.</p>
<p>Akhirnya saya mengirimkan tagihan kartu kredit CitiBank, tagihan listrik, tagihan TV Astro, Kartu Tanda Penduduk(KTP) dan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan rumah saya. Saya scan bukti-bukti itu satu persatu dan saya upload file-file hasil scan itu dan saran saya ketika upload beri keterangan pada boks yang disediakan disitu, berikan keterangan seperti KTP adalah seperti Social Number card di Amerika sana. Pada intinya berikan penjelasan sehingga proses bisa berjalan dengan cepat.</p>
<p>Waktu saya mengirimkan file-file itu langsung saya juga menulis email buat PayPal. Menurut pengalaman saya, setelah 4 hari PayPal langsung memberikan jawaban melalui email bahwa akun saya sudah di restore. Tetapi beberapa rekan-rekan melalui blog mereka, menyatakan ada yang menemui kesulitan sampai respon yang lama dari PayPal. Dan sampai sekarang memang email yang saya kirimkan kepada mereka belum dijawab sampai saya menulis artikel ini padahal udah 1 bulanan. But saya udah ngga ambil pusing lagi karena <em>my account has been restore</em>d.</p>
<p>Jadi, kalau menurut saya untuk merestore account kita dari Limitations Access, berilah keterangan yang jelas dan kirimkan bukti-bukti resmi yang anda punya (dan yang harus ada nama dan alamat anda dengan jelas) ke PayPal, lebih banyak lebih baik menurut saya untuk meyakinkan para PayPal staff. Dan tidak ada jeleknya kalau anda juga mengirimkan email pemberitahuan kepada para staff nya juga (just in case meski di kasus saya, email saya pun ngga dibalas).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/bersahabat-dengan-limited-account-access-dari-paypal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cross Selling</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/cross-selling/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/cross-selling/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 05:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda adalah seorang yang berkecimpung dalam dunia marketing, istilah cross selling tentu buka istilah yang asing. Beberapa asumsi sudah pernah saya dengar dari beberapa para master marketing di Indonesia ini. Karena saya adalah pengagum James Gwee, saya akan menggunakan istilah ini dari contoh-contoh yang telah dibicarakan oleh beliau. Menurut dari apa yang saya dengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda adalah seorang yang berkecimpung dalam dunia marketing, istilah cross selling tentu buka istilah yang asing. Beberapa asumsi sudah pernah saya dengar dari beberapa para master marketing di Indonesia ini. Karena saya adalah pengagum James Gwee, saya akan menggunakan istilah ini dari contoh-contoh yang telah dibicarakan oleh beliau.<span id="more-29"></span></p>
<p>Menurut dari apa yang saya dengar dan saya simpulkan (karena saya juga tidak pernah mengenyam pendidikan dibidang marketing secara khusus), cross selling adalah teknik menjual sesuatu barang/jasa yang berhubungan dengan suatu barang/jasa(CMIIW). Lalu berhubungannya dalam segi apa? Nah, ini menurut saya adalah seni-nya ilmu menjual itu, tinggal kreatifitas anda, anda mau ‘menembak’ nya dari segi apa.<br />
Ada satu contoh dari James Gwee yang menarik, suatu saat dia pernah membeli sebuah handycam. Ketika dia mau membayar handycam itu dia ditanya oleh sang penjual.</p>
<p>“Kamu mau memakainya untuk liburan kan James?”, tanya si penjual, dan James mengiyakan pertanyaan itu.</p>
<p>“Nah kalau di tempat wisata, you kan ngga bisa charge battery kamu jika habis”, kata si penjual dan James berpikir dan bertanya apa solusinya.</p>
<p>“Beli aja battery cadangan, jadi kalau habis tinggal ganti dengan battery cadangan”, jawab penjual (ini cross selling yang pertama) dan James akhirnya membeli battery cadangan itu.</p>
<p>“Lalu coba kamu pakai handycam itu James”, pinta si pembeli itu. Dan James pun mencobanya lalu hasil rekaman itu diputar ulang oleh si penjual dan dilihat James.</p>
<p>“Lihat James kamu shoot dengan tenang saja, gambarnya itu goyang-goyang apalagi kalau kamu nanti di tempat wisata, kamu kan pasti gerak-gerak tentu hasilnya lebih goyang daripada ini karena kamu bernafas maka handycam itu akan naik turun”, kata penjual itu, James pun kembali menanyakan solusinya.</p>
<p>“Beli aja Stabilizer nanti kan pasti gambarnya akan tenang”, jawab si penjual dan James pun akhirnya membeli stabilizer itu (ini cross selling yang kedua). Waktu James akan pulang, penjual itu berkata, “James kalau kamu pakai handycam itu maka kenangan yang terekam hanya anak dan istrimu karena yang shoot kan selalu kamu”</p>
<p>“Lalu gimana solusi nya”, tanya James. “Beli saja tripod, dengan tripod kamu bisa berpose dengan keluargamu, jawab si penjual (ini cross sell yang ketiga)</p>
<p>Akhirnya James membayar semuanya dan udag angkat 2 tas plastik itu dan sekali lagi si penjual tanya, “James, nanti kalau membawa handycam pakai apa? Masa mau pakai tas plastik itu?”, tanya penjual dan sekali lagi James tanya lalu apa saran sang penjual.</p>
<p>“Beli aja tas khusus handycam, dengan tas khusus itu ada tempat khusus buat battery, kaset video dan asesoris yang lainnya”, jawab si penjual (ini cross sell yang keempat).</p>
<p>Wow, waktu saya dengar cerita itu hebat benar tuh sang penjual. Dari orang hanya ingin beli handycam tapi bisa menjual battery, stabilizer, tripod dan tas. Dan kalau anda bisa menjual item yang kelima dan seterusnya maka semakin hebat saja anda sebagai seorang penjual.<br />
Hal itu bisa diterapkan pada apapun barang jualan anda. Misal kalau anda seorang penjual handphone apa yang anda sarankan kepada pembeli kalau ada orang beli handphone baru? Banyak sekali yang membuat orang mau beli asesoris handphone, dari screen protector, leather case, mobile charger, car charger, casing yang lucu-lucu dan seterusnya. Kemungkinan handphone nya ngga ada untung tapi dari asesoris-asesoris itu anda akan mendapat keuntungan yang lumayan.</p>
<p>Kalau anda sebagai pebisnis online? Saya ambil contoh, karena saya sering mengulas tentang komputer di website-website saya yang lain, maka saya memasang link affiliasi ke penjual software dan hardware. Kalau tema website anda adalah hewan peliharaan, kasi link-link ke affiliasi makanan hewan, kandang, alat-alat bermain dan seterusnya.</p>
<p>See?… dengan sedikit kreatifitas kita bisa menjual lebih banya dalam satu waktu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/cross-selling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Bisnis Online Sulit?</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 13:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Diluar apa yang disebut takdir, melakukan bisnis online adalah seperti melakukan bisnis conventional (baca:offline). Anda menceburkan diri anda setengah badan, hasilnya pun akan setengah badan. Dan kalau anda menceburkan diri anda semata kaki, hasilnya pun tidak akan jauh beda. Dan hukum itu berlaku untuk kedua model bisnis tersebut baik online maupun offline. Kalau anda menyebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/kerja.jpg" alt="" width="83" height="125" align="left" />Diluar apa yang disebut takdir, melakukan bisnis online adalah seperti melakukan bisnis <em>conventional </em>(baca:offline). Anda menceburkan diri anda setengah badan, hasilnya pun akan setengah badan. Dan kalau anda menceburkan diri anda semata kaki, hasilnya pun tidak akan jauh beda. Dan hukum itu berlaku untuk kedua model bisnis tersebut baik online maupun offline.<span id="more-27"></span></p>
<p>Kalau anda menyebut bisnis online gampang, dimana letak kegampangannya? Apakah karena wujud jasmani kita yang hanya duduk dan menghadap komputer jika kita sedang mengerjakan bisnis online? You make a big mistake, bro.</p>
<p>Bisnis internet ini sangat membutuhkan konsentrasi, kesungguhan dan kecerdasan kita dalam mengelola seperti juga jika anda membuka bisnis toko baju misalnya, jika anda tidak mengelola toko itu sungguh-sungguh niscaya kerugian yang akan anda dapatkan.</p>
<p>Lalu modal apa yang kira-kira kita butuhkan untuk menjadi seorang pebisnis online? Dibawah ini adalah point-point yang harus anda persiapkan sebelum membuka lapak online anda di internet:</p>
<p>1.	Tema lapak bisnis yang akan dibuka. Mau berbicara tentang komputer, kesehatan, hewan peliharaan, forex, rumah, asuransi atau apa saja. Yang paling penting adalah bidang itu adalah bidang yang anda kuasai. Tanpa penguasaan bidang itu, tentu bisnis anda gampang diterpa badai dan membosankan. Kalau saya boleh usul, hobby anda. Dan poin inilah kalau menurut saya adalah the most important point. Karena saya adalah seorang programmer Visual Basic dan teknisi komputer, maka saya suka sekali menulis tentang programming Visual Basic, SQL dan sekitar ngoprek komputer.</p>
<p>2.	Bahasa. Tulis website anda dengan bahasa yang anda kuasai. Jika anda bisa bahasa Inggris tentu hal itu lebih bagus karena target anda luas sekali. Tetapi jika belum jangan menunda sampai anda bisa bahasa Inggris, tulislah dengan bahasa Indonesia dan yakinlah pasti ada cara untuk menghasilkan uang dengan website Indonesia itu.</p>
<p>3.	Konsep penghasil uangnya. Apakah melalui direct ads, Google Adsense, Bidvertiser, paid review, member area, ataukan dengan link berbayar. Pilih yang terbaik menurut anda.</p>
<p>4.	Komputer. Sediakan komputer dengan spesifikasi yang lumayan, sehingga menunjang kecepatan kerja anda. Pilihlah menurut selera.</p>
<p>5.	Koneksi internet. Pilihlah yang mempunyai kecepatan yang responsif. Ini akan menunjang efisiensi waktu anda. Untuk point 4 dan 5 ini sebetulnya bisa diwakili oleh warung internet. Tinggal lihat costs and benefits nya.</p>
<p>6.	Bekerjalah tiap hari. Hal inilah yang biasanya di remehkan oleh para pebisnis online. Mereka bekerja kalau ada waktu luang saja. Saran saya sediakan waktu khusus untuk menekuni bisnis ini. Kalau saya, karena saya masih bekerja di siang hari saya menekuni bisnis ini setiap pukul 21.00 sampai 24.00 dan harus disiplin.</p>
<p>7.	Asah terus pengetahuan anda tentang dunia internet. Tentu saja anda kan mau mencari uang di dunia itu. Misalnya asah pengetahuan tentang bahasa HTML anda, hal itu akan sangat membantu anda di kemudian hari.</p>
<p>8.	Semangat, semangat dan semangat. Seperti halnya bisnis offline, dimana-mana semangat tidak boleh dihilangkan. Tanpa itu anda akan kehilangan energi anda dengan cepat.</p>
<p>Itulah poin-poin yang menurut saya yang paling tidak harus anda punyai sebelum melangkah ke dunia bisnis online ini. Jadi apakah bisnis online ini sulit? Sangat sulit jika anda setengah-setengah dan meremehkannya dalam menjalaninya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/apakah-bisnis-online-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapkan Diri Sebaik Mungkin</title>
		<link>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/</link>
		<comments>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 17:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bart. Edi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.edisusanto.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Bukan bermaksud untuk ikut-ikutan dengan babi ngepetnya dab isnaini, saya kemarin melihat film salah satu televisi nasional kita yang kian hari kian fasik, tentang babi ngepet bahkan prosesi nya semua diperlihatkan dengan jelasnya jadi saya membayangkan bagaimana kalau anak saya yang baru berumur 4 tahun melihat adegan-adegan tersebut? Tentu dampaknya yang negatif yang akan terbayang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://www.edisusanto.com/wp-content/uploads/2008/04/babi_ngepet.jpg" alt="" width="125" height="83" align="left" />Bukan bermaksud untuk ikut-ikutan dengan <a href="http://www.isnaini.com/2008/04/01/peta-lokasi-dolar-ngepet-2008/" target="_blank">babi ngepetnya dab isnaini</a>, saya kemarin melihat film salah satu televisi nasional kita yang kian hari kian fasik, tentang babi ngepet bahkan prosesi nya semua diperlihatkan dengan jelasnya jadi saya membayangkan bagaimana kalau anak saya yang baru berumur 4 tahun melihat adegan-adegan tersebut? Tentu dampaknya yang negatif yang akan terbayang. <em>But I don&#8217;t want to talk about it</em>, saya hanya sharing tentang pemikiran saya tentang babi ngepet itu.<span id="more-21"></span></p>
<p>Saya jadi tertawa kalau ingat guyonan istri saya yang waktu itu juga ikut sempat melihat adegan dewasa tersebut (sambil makan gorengan berdua hehehehe), di prosesi itu ada aturan bahwa lilin yang berada di rumah selama suaminya jadi babi ngepet, lilin ngga boleh mati. Bagaimana kalau lilinnya mati? Mati jugalah babi ngepet di pukuli ama warga karena wujudnya kembali semula ke manusia.</p>
<p>Waktu itu istri saya berkata, &#8220;Gimana itu kalau lilin nya abis dan sang istri-nya lupa beli untuk persediaan jikalau lilinnya abis atau gimana kalau sang istri lupa mengganti dengan lilin yang baru sehingga durasi ngepetnya bisa lama?&#8221;. Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengar guyonan istri saya tersebut. Tapi istri saya berubah jadi setengah serius, &#8220;Bener lho, gimana kalo hal itu benar-benar terjadi?&#8221;.</p>
<p>Saya pun jadi ikut mikir, bener juga! Kalau suami-istri ngepet itu sudah mempersiapkan semuanya dari ajian, lilin, kembang, jimat atau apalah yang menjadi syarat untuk jadi babi ngepet (maklum belum pernah coba hehehe) dan dirasa sudah siap semua, dan karena senengnya mau dapat duit banyak, mereka berdua lupa untuk mempersiapkan hal yang kecil tapi penting, cadangan lilin! Atau memakai lilin yang mau habis, itu kan hal yang terlihat sepele saja tapi akibatnya? Jangan ditanya, akan sangat fatal. Si babi ngepet itu akan berubah jadi manusia, dan akan terlihat oleh penduduk sekitar, digebuki akhirnya sang suami bisa-bisa mati sia-sia. Semua yang di rencanakan akan gatot alias gagal total!</p>
<p>Bagaimana kalau dihubungkan dengan kehidupan kita? Sudahkan kita mempersiapkan diri kita dengan matang setiap melakukan sesuatu? Jangan sampai melupakan hal kecil tapi bisa berakibat fatal. Di bisnis online ini, banyak sekali poin-poin penting yang harus diperhatikan, ada yang penting dan ada juga yang kurang penting. Jika kita sudah menyiapkan segala sesuatu (menurut kita), tetapi kita lupa melupakan hal yang terlihat sepele, seperti tidak pernah berinteraksi dengan para pembaca blog anda atau yang lebih ironis yaitu tidak menyiapkan mental pantang menyerah dan tegar? Terlihat sepele, tapi juga anda tidak menyiapkannya maka dipastikan bisnis anda akan berakhir dengan sia-sia karena ketika anda kesandung masalah sekali anda akan menyerah begitu saja sehingga tujuan anda akan gagal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.edisusanto.com/persiapkan-diri-sebaik-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

