Barang Bagus, Harga Mahal

Saya orang yang berpandangan kalau mau harga bagus ya harganya mahal. Tapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa kadang harga adalah satu sisi dari produk yang sering membuat orang tergiur untuk membeli barang atau jasa tersebut. Termasuk saya yang kadang juga tergiur dan membiarkan melanggar prinsip-prinsip saya. Seperti pengalaman saya ini bersama satu layanan hosting di kota bandung. Karena tertarik dengan harganya yang murah saya sedikit mengabaikan gangguan-gangguan kecil yang saya dapatkan dari jasa hosting tersebut.

Seperti layanan pelanggannya yang menjawab email pasti butuh satu hari meskipun disaat genting, yah… tapi semua itu tertutupi oleh bayangan penghematan yang saya lakukan. Sampai benar-benar kejadian tanggal 22 Maret 2008 kemarin hosting mereka kena Ddos attack dan akhirnya servernya hancur termasuk file-file website saya. Akhirnya setelah sebulan kerja keras untuk merestore ketiga website saya, eh… tanggal 28 April 2008 ini mereka kena serangan lagi… speechless dah… karena file-file saya itu hilang lagi semuanya…

Setelah saya ngobrol ama teman-teman saya, saya ditertawan kan dan dengan nada mengejek, “Lha murah koq you mau selamat”. Ejeken satu kalimat itu membuat saya juga sadar bahwa emang ngga ada barang bagus harga murah. Coba kita bayangkan untuk membuat satu service yang memuaskan apakah mereka bisa menyediakan itu dengan biaya produksi yang murah. Mereka harus hire customer support yang jumlahnya tentu lebih dari satu dan harus yang kompeten di bidangnya. Belum lagi biaya sewa server yang stabil biasa mahal, biaya teknisi yang terus menerus memantau kesehatan servernya. Dan itu tentu membutuhkan biaya yang mahal.

Dan akhirnya kita hanya bisa memilih antara barang bagus harga mahal atau barang jelek harga murah. That’s it…

Artikel-artikel Yang Berhubungan Dengan Artikel Ini

Berikan opini anda tentang artikel ini

CommentLuv badge